KimiaMath

Laporan Praktikum Kimia: Daya Desak Logam

Oleh Aiz — 22 Juni 2019

Kategori: Kimia Sekolah

Laporan Praktikum Kimia: Daya Desak Logam

BAB I PENDAHULUAN

A. TUJUAN PERCOBAAN

Tujuan dari percobaan/praktikum ini adalah untuk menyelidiki daya desak dan urutan daya reduksi beberapa jenis logam.

B. DASAR TEORI

Reaksi reduksi adalah reaksi yang menerima elektron dan ditandai dengan penurunan bilangan oksidasi. Sedangkan reaksi oksidasi adalah reaksi yang melepaskan elektron dan ditandai dengan peningkatan bilangan oksidasi. Kedua reaksi ini berlangsung secara bersamaan, sehingga penyebutannya sering dirangkaikan menjadi reaksi reduksi-oksidasi atau disingkat redoks.

Daya desak logam atau sering disebut kereaktifan logam adalah kemampuan suatu logam untuk bereaksi melepaskan elektron, dan mengalami reaksi oksidasi. Pada sel elektrokimia, reaksi redoks bisa terjadi jika logam yang dicelupkan mendesak ion logam yang ada dalam larutan. Misalnya, logam magnesium yang dimasukkan ke dalam larutan yang mengandung ion Zn2+ akan terjadi reaksi.

$$Mg_{(s)} + Zn^{2+}_{(aq)} \longrightarrow Mg^{2+}_{(aq)} + Zn_{(s)}$$

Logam magnesium lebih reaktif daripada zink, sehingga magnesium mendesak ion Zn2+ dari larutannya. Logam magnesium mereduksi ion Zn2+ dan ion Zn2+ mengoksidasi logam magnesium. Dari reaksi tersebut dapat dinyatakan pula bahwa magnesium mempunyai daya reduksi yang lebih kuat daripada zink, dan zink mempunyai daya oksidasi yang lebih kuat daripada magnesium.

Daya desak logam berkaitan erat dengan deret volta. Suatu logam bisa mendesak logam-logam lain yang berada di sebelah kanannya. Berikut urutan unsur dalam deret Volta: Li K Ba Ca Na Mg Al Mn Zn Cr Fe Cd Co Ni Sn Pb H Sb Bi Cu Hg Ag Pt Au

BAB II METODOLOGI

A. WAKTU DAN TEMPAT

Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia SMA Negeri 1 Sinjai Selatan pada hari Selasa, 14 Oktober 2014.

B. ALAT DAN BAHAN

Alat dan Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah.

  1. 5 Tabung reaksi dan rak
  2. 2 Gelas kimia
  3. Amplas halus
  4. Logam besi
  5. Logam tembaga
  6. Logam magnesium
  7. Logam timbel
  8. Logam seng
  9. Larutan CuSO4
  10. Larutan FeSO4
  11. Larutan Pb(CH3COO)2
  12. Larutan MgSO4
  13. Larutan ZnSO4

C. CARA KERJA

  1. Ambillah 5 potong logam Tembaga dan amplaslah sampai bersih
  2. Ambillah 5 tabung reaksi dan isilah Tabung Reaksi 1 dengan larutan CuSO4, Tabung 2 dengan larutan FeSO4, Tabung 3 dengan larutan MgSO4, Tabung 4 dengan larutan Pb(CH3COO)2, dan Tabung 5 dengan larutan ZnSO4
  3. Masukkan sepotong logam tembaga kedalam masing-masing tabung reaksi
  4. Amati yang terjadi pada logam tembaga. Jika timbul gelembung di sekitar logam atau logam mengalami perubahan warna (berkarat), beri ceklis pada Tabel Hasil Pengamamtan
  5. Ulangi keempat langkah di atas untuk logam-logam lainnya, yaitu besi, magnesium, timbel, dan zink

BAB III HASIL PENGAMATAN

A. DATA HASIL PERCOBAAN

Tabel hasil pengamatan daya desak logam.

Logam\IonCu2+Fe2+Mg2+Pb2+Zn2+
Cu-----
Fev--v-
Mgvv-vv
Pb-----
Znvv-v-

B. PEMBAHASAN

Dalam pengamatan kami, logam magnesium bereaksi dengan semua larutan, kecuali larutan yang mengandung ion Mg2+. Ini artinya, magnesium memiliki daya reduksi terbesar di antara kelima logam yang diuji, sehingga bisa mendesak ion logam lain dari larutannya. Timbel dan tembaga adalah logam dengan daya reduksi paling lemah, sehingga sukar mendesak ion logam lain.

Kami mengalami kesulitan dalam membandingkan daya desak logam tembaga dengan timbel. Kesulitan ini muncul karena tembaga tidak menunjukkan tanda-tanda reaksi ketika dimasukkan ke dalam larutan Pb(CH3COO)2. Begitu pula dengan timbel dalam larutan CuSO4. Akibatnya, urutan daya reduksi/desak dari tembaga bisa ditukar dengan timbel. Kemungkinan urutannya dari lemah ke kuat adalah sebagai berikut.

Pb Cu Fe Zn Mg Cu Pb Fe Zn Mg

Kesalahan ini terjadi karena faktor ketelitian dalam mengamati terjadi atau tidaknya reaksi antara tembaga dengan Pb(CH3COO)2, juga antara timbel dengan CuSO4.

C. PERTANYAAN

  1. Logam manakah yang dapat bereaksi dalam semua larutan?
    Jawab:
    Tidak ada.

  2. Tentukan urutan daya oksidasi dan daya reduksi logam-logam tersebut dari yang paling lemah ke yang paling kuat.
    Jawab:
    Daya reduksi: Cu Pb Zn Fe Mg Daya oksidasi: Mg Fe Zn Pb Cu

Note! Posisi dari logam Cu dan Pb bisa ditukar, karena alasan yang telah dijelaskan dalam subbab Pembahasan.

  1. Carilah tabel harga potensial reduksi standar dan urutkan dari yang paling negatif ke yang paling positif, kemudian bandingkan dengan urutan daya reduksi dan daya oksidasi masing-masing logam tersebut.
    Jawab:
    Dari percobaan kami bisa menyusun 2 kemungkinan urutan daya reduksi, yaitu. Pb Cu Zn Fe Mg Cu Pb Zn Fe Mg

Jika dibandingkan dengan deret volta, maka urutannya sama dengan kemungkinan kedua di atas. Alasan munculnya 2 kemungkinan urutan daya reduksi telah dijelaskan dalam subbab Pembahasan.

BAB IV PENUTUP

A. KESIMPULAN

Daya desak logam adalah kemampuan suatu logam untuk bereaksi melepaskan elektron, dan mengalami reaksi oksidasi. Reaksi redoks yang melibatkan logam bisa terjadi, jika logam yang dicelupkan mendesak ion logam yang ada dalam larutan. Daya desak logam berkaitan dengan deret volta. Semakin ke kiri dalam deret volta, maka daya desak logam semakin besar. Urutan daya reduksi dari logam yang diuji adalah Cu Pb Zn Fe Mg.

B. SARAN

  1. Amplas logam yang akan diuji sampai benar-benar bersih
  2. Amati proses yang terjadi pada logam dengan cermat, baik dari keberadaan gelembung ataupun terjadinya perubahan warna (berkarat).

Komentar