KimiaMath

Laporan Praktikum Kimia: Reaksi Nyala Alkali dan Alkali Tanah

Oleh Aiz — 22 Juni 2019

Kategori: Kimia Sekolah

Laporan Praktikum Kimia: Reaksi Nyala Alkali dan Alkali Tanah

BAB I PENDAHULUAN

A. TUJUAN PERCOBAAN

Menyelidiki warna nyala dari senyawa logam alkali dan alkali tanah.

B. DASAR TEORI

Alkali merupakan unsur-unsur golongan IA dalam sistem periodik unsur. Disebut golongan alkali karena unsur-unsur dalam golongan ini, kecuali Hidrogen, merupakan pembentuk basa kuat. Yang termasuk golongan alkali adalah Hidrogen (H), Litium (Li), Natrium (Na), K (Kalium), Rubidium (Rb), Cesium (Cs), dan Fransium (Fr). Unsur-unsur alkali ini sangat reaktif dengan bilangan oksidasi +1, sehingga tidak dijumpai bebas di alam, melainkan dalam bentuk senyawanya. Semua logam alkali merupakan logam lunak (mudah diiris dengan pisau) dan mempunyai daya hantar listrik dan panas yang baik.

Setiap atom, jika diberi energi akan mengalami perubahan kedudukan elektron (akan mengalami eksitasi) dan memancarkan energi radiasi elektromagnetik untuk kembali ke tingkat dasar (keadaan stabil). Menurut Niels Bohr, besarnya energi yang dipancarkan oleh setiap atom jumlahnya tertentu (terkuantisasi) dalam bentuk spektrum emisi. Sebagian anggota spektrum terletak di daerah sinar tampak sehingga akan memberikan warna-warna yang jelas dan khas untuk setiap atom. Litium menghasilkan warna merah, Natrium warna kuning, Kalium warna ungu, Rubidium warna merah, dan Cesium warna biru.

Alkali tanah merupakan unsur-unsur golongan IIA dalam sistem periodik unsur. Disebut golongan alkali tanah karena unsur-unsur dalam golongan ini bisa membentuk basa kuat dan umumnya ditemukan dalam tanah berupa senyawa tak larut. Unsur alkali tanah meliputi Berilium (Be), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Stronsium (Sr), Barium (Ba), dan Radium (Ra). Unsur-unsur golongan ini bersifat reaktif dengan bilangan oksidasi +2. Jika dibandingkan dengan unsur alkali, unsur alkali tanah memiliki sifat yang lebih keras.

Seperti unsur logam alkali, unsur golongan alkali tanah juga memberikan warna-warna khas jika garam dari unsur-unsur logam tersebut dibakar. Pembakaran unsur Kalsium menghasilkan warna merah, Stronsium warna merah bata, dan Barium warna hijau.

BAB II METODOLOGI

A. WAKTU DAN TEMPAT

Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia SMA Negeri 1 Sinjai Selatan pada hari Selasa, 2 Desember 2014.

<

p>

B. ALAT DAN BAHAN

Alat dan Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah.

  1. Plat tetes
  2. Kawat nikrom
  3. Lampu spiritus
  4. Gelas kimia
  5. Kristal natrium klorida (NaCl)
  6. Kristal kalium klorida (KCl)
  7. Kristal kalsium klorida (CaCl2)
  8. Kristal stronsium klorida (SrCl2)
  9. Kristal barium klorida (BaCl2)
  10. Asam klorida pekat (HCl)

C. CARA KERJA

  1. Tempatkan zat-zat yang akan diuji ke atas plat tetes dengan menggunakan spatula.
  2. Masukkan HCl pekat ke dalam gelas kimia.
  3. Celupkan ujung kawat nikrom ke dalam HCl lalu bakar.
  4. Celupkan kembali ujung kawat nikrom ke dalam HCl, kemudian ke dalam kristal NaCl yang akan diuji sehingga ada kristal yang menempel.
  5. Masukkan ujung kawat tersebut ke dalam nyala api. Catat warna nyala yang dihasilkan pada tabel hasil pengamatan.
  6. Ulangi langkah 3-5 untuk kristal KCl, CaCl2, SrCl2, dan BaCl2.

BAB III HASIL PENGAMATAN

A. DATA HASIL PERCOBAAN

Tabel hasil pengamatan warna nyala senyawa alkali dan alkali tanah.

Senyawa logamRumus kimiaWarna nyala
Natrium kloridaNaClKuning
Kalium kloridaKClUngu
Kalsium kloridaCaCl2Merah
Stronsium kloridaSrCl2Merah bata
Barium kloridaBaCl2Kuning

B. PEMBAHASAN

Langkah pertama dalam praktikum ini adalah menyiapkan kristal senyawa yang akan diuji ke atas plat tetes, kemudian menyalakan lampu spiritus. Agar warna nyala yang dihasilkan terlihat jelas, sebaiknya digunakan warna api biru atau tak berwarna. Tapi karena keterbatasan alat, dalam praktikum ini hanya digunakan lampu spiritus dengan nyala api berwarna jingga.

Ujung kawat nikrom dibersihkan dengan mencelupkannya ke dalam HCl pekat. HCl akan melarutkan pengotor/zat pengganggu yang mungkin menempel, sehingga pengotor tersebut akan mudah menguap dari kawat. Ujung kawat nikrom dibakar. Kawat dikatakan sudah bersih, jika warna api sebelum dan saat kawat dibakar sama, dalam hal ini warna jingga. Ujung kawat dicelupkan kembali ke dalam HCl, lalu ke dalam kristal senyawa yang akan diuji. Kristal yang menempel pada ujung kawat nikrom dimasukkan ke dalam nyala api untuk melihat warna nyalanya.

Pada dasarnya, apabila senyawa kimia dipanaskan, maka akan terurai menjadi unsur-unsur penyusunnya dalam bentuk gas. Atom-atom dari unsur tersebut mampu menyerap sejumlah energi tinggi (mengalami eksitasi). Atom logam tersebut menjadi tidak stabil, sehingga bisa kembali ke tingkat dasar (keadaan stabil) dengan memancarkan energi dalam bentuk cahaya. Besarnya energi yang dipancarkan oleh setiap atom jumlahnya tertentu (terkuantisasi) dalam bentuk spektrum emisi. Sebagian anggota spektrum terletak di daerah sinar tampak, sehingga akan memberikan warna-warna yang jelas dan khas untuk setiap atom.

Dalam percobaan kami, didapatkan bahwa natrium menghasilkan warna kuning, kalium warna ungu, kalsium warna merah, stronsium warna merah bata, dan barium warna kuning. Hasil yang kami dapatkan ini berbeda dengan warna nyala yang telah dibahas dalam Dasar Teori, tepatnya pada warna nyala barium. Barium seharusnya menghasilkan warna nyala hijau.

Perbedaan ini terjadi karena kami kurang jeli dalam mengamati warna nyala yang dihasilkan, apalagi warna api lampu spiritus memang mengganggu pengamatan. Jika digunakan warna api biru atau tidak berwarna, maka warna yang dihasilkan oleh unsur logam akan terlihat lebih jelas.

C. PERTANYAAN

  1. Jika diperhatikan dari rumus kimianya, apakah ion logam atau ion kloridanya yang menimbulkan warna pada waktu dibakar? Jelaskan!
    Jawab:
    Yang menimbulkan warna pada waktu dibakar adalah ion logam, karena jika dilihat dari rumus kimianya, yang berbeda adalah ion logam penyusunnya. Hal ini sesuai dengan hasil percobaan yang menunjukkan warna bervariasi. Seandainya yang berpengaruh adalah ion kloriada, tentu setiap senyawa yang diuji akan menimbulkan warna yang sama karena setiap senyawa tersebut mengandung ion klorida.

  2. Dapatkah warna nyala digunakan sebagai petunjuk adanya senyawa logam tertentu? Jelaskan!
    Jawab:
    Bisa. Karena ion logam penyusun senyawa itu memiliki warna yang khas, sehingga keberadaan dari senyawa logam tertentu bisa diidentifikasi dengan lebih mudah.

BAB IV PENUTUP

A. KESIMPULAN

Unsur-unsur golongan alkali dan alkali tanah memiliki warna nyala yang khas. Natrium memiliki warna nyala kuning, kalium warna ungu, kalsium warna merah, stronsium warna merah bata, dan barium warna hijau.

B. SARAN

  1. Setiap akan menguji senyawa, bersihkan kawat nikrom dengan mencelupkannya ke dalam HCl pekat.
  2. Perhatikan warna yang dihasilkan saat pembakaran dengan cermat.

Daftar Pustaka

Sudarmo, Unggul. 2007. Kimia 3. Surakarta: Phibeta. Sutresna, Nana. 2007. Cerdas Belajar Kimia 3. Bandung: Grafindo.

Komentar