Konfigurasi elektron adalah penataan elektron-elektron suatu atom ke dalam kulit atau subkulit atom. Berdasarkan Aturan Aufbau, konfigurasi elektron ini ditulis berdasarkan urutan tertentu sesuai dengan tingkat energi subkulit.

Untuk menuliskan konfigurasi elektron, biasanya kita menggunakan diagram seperti pada gambar di atas untuk mengingat urutannya. Akan tetapi, metode ini saya rasa cukup ribet dan tidak efisien.

Ada tidak metode yang lebih mudah untuk menghafal urutan itu?Jawabannya, tentu ada. Dengan menggunakan metode ini, konfigurasi elektron bisa dibuat dengan lebih cepat. Caranya adalah dengan memanfaatkan pengulangan (repetisi) dari urutan subkulit.

Berikut metode yang saya maksud, silahkan lihat pola pengulangannya.

s | sp | sp | sdp | sdp | sfdp | sfdp

Setelah penulisan subkulit s, subkulit selanjutnya yaitu p ditambahkan di depan s, sehingga terbentuk deretan sp. Deretan ini kemudian diulangi sekali.

Selanjutnya, subkulit d disisipkan di antara s dan p membentuk sdp. Deretan ini diulangi sekali.

Terakhir, subkulit f disisipkan di antara s dan d membentuk sfdp. Sama dengan sebelumnya, deretan ini diulangi lagi sebanyak satu kali.

Yang harus kita perhatikan di sini, subkulit baru yang disisipkan ke dalam deretan diletakkan setelah subkulit s.

Terus bagaimana dengan penomorannya?Kita sudah tahu bahwa penomoran subkulit s dimulai dari 1, subkulit p dimulai dari 2, subkulit d dimulai dari 3, dan subkulit f dimulai dari 4.

Tuliskan angka 1 pada subkulit s yang pertama, 2 pada s yang kedua, dan teruskan sampai semua subkulit s mempunyai nomor.

1s 2sp 3sp 4sdp 5sdp 6sfdp 7sfdp

Selanjutnya, tuliskan angka 2 pada subkulit p yang pertama, 3 pada p yang kedua, dst.

1s 2s2p 3s3p 4sd4p 5sd5p 6sfd6p 7sfd7p

Begitu pula dengan subkulit d dan subkulit f, yang masing-masing dimulai dari angka 3 dan 4. Sehingga hasilnya seperti di bawah ini.

1s 2s2p 3s3p 4s3d4p 5s4d5p 6s4f5d6p 7s5f6d7p

Bagaimana, mudah bukan?